Mindset_Menghadapi_Ujian_Kehidupan_1.jpg

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)

Hidup ini adalah ujian untuk mengetahui siapa yang lebih baik amalnya, siapa yang lebih taat kepada Allah, siapa yang tetap Istiqomah melaksanakan perintahNya dan menjaui laranganNya. Ujian hidup harus dilewati dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Ujian hidup di zaman sekarang ini sangatlah berat.

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Akan datang suatu zaman kepada manusia, orang yang memegang agamanya ditengah mereka ibarat orang yang memegang bara api.” (HR. At-Tirmidzi).

Umat saat ini sudah terkepung dan terkungkung dengan praktek Riba. Godaan dan tawaran untuk melakukan Riba terus menggalir dengan begitu derasnya, jika tidak dengan kekuatan keyakinan dan keteguhan hati maka akan mudah terbawa arus menuju jurang kebinasaan.

Ini adalah kisah nyata tetang perbedaan mindset dua orang dalam menghadapi ujian Riba. Keduanya mempunyai kondisi yang hampir sama. Keduanya memiliki tanggung jawab untuk membiayai kehidupan keluarganya dan menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi.

Orang pertama tidak mempunyai biaya untuk menyekolahkan anaknya dibangku kuliah dan berfikir tidak ada jalan lain selain meminjam uang di bank. Orang kedua juga mempunyai tanggungan untuk menyekolahkan anaknya dibangku kuliah, namun yang dia dilakukan adalah bekerja keras siang malam banting tulang demi bisa menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi tanpa Riba. Hingga akhirnya orang kedua meninggal disaat melakukan aktivitas bekerja karena kelelahan. Orang kedua telah sukses melewati ujian hidup, kini anaknya telah lulus kuliah dan bekerja.

Mindset yang benar sangat penting dalam melewati setiap ujian kehidupan. Ketika memiliki mindset yang salah maka akan salah pula tindakan yang diambil.

“Untuk makan saja susah, apakah bisa menyekolahkan anak di Perguruan Tinggi”

“Sepertinya tidak bisa hidup zaman sekarang tanpa hutang”

“Sekarang, cari yang haram saja susah apalagi yang halal”

“Tidak mungkin zaman sekarang beli rumah dan kendaraan tanpa hutang”

Ketika cara berfikir hanya tidak mungkin, tidak bisa, mustahil sampai akhirnya menghalalkan apa yang diharamkan Allah maka yang akan terjadi dia akan berhutang ketika menyekolahkan anaknya, akan berhutang ketika membeli rumah dan kendaraan.

Hidup berjalan sesuai Mindset atau cara berfikir. Allah sesuai prasangka hamabaya,

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Jika seseorang meyakini bahwa Allah yang memberikan rezeki, maka akan timbul kerja keras, keikhlasan, kesabaran, akan timbul semangat untuk terus berdoa dan akan diberikan pertolongan Allah rezeki dari arah yang tiada disangka sangka. Namun jika mindset sejak awal yang ada hanyalah tidak mungkin dan berburuk sangka pada Allah, maka tidak ada pertolongan Allah, yang ada hanyalah rasa putus asa dan mengeluh.

Ubahlah mindset berfikir tetang ujian hidup, Allah sesuai dengan prasangka hambanya. Jika hambannya meminta kecukupan, Allah akan berikan kecukupan, jika hambanya meminta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka maka Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, jika hambanya memohon ampunan maka Allah akan mengampuni.

Yakinilah setiap janji Allah,  kuatkan keyakinan dan keteguhan hati. Bergabunglah dengan AZ Farm Group, bantu dakwah kepada masyarakat agar mereka mempunyai mindset yang benar dalam menghadapi ujian Riba.