Salah satu pekerjaan yang paling diminati saat ini adalah menjadi seorang pegawai bank. Selain pola kerjanya yang bagus juga tentunya yang menjadi tujuan utama seseorang bekerja adalah tawaran Gaji yang besar ketika bekerja di bank. Namun tahukah kalian apakah Islam membolehkan seorang muslim untuk bekerja di bank ?

Ini dia jawabanya, Shahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memakan riba dan yang memberi riba.”

Kita tahu Bersama bahwa di bank pasti terdapat riba di dalamnya. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, apakah pegawai di dalamnya jugua termasuknya di dalam hadits di atas, ternyata jawabanya adalah ya. Sebagaimana yang disebutkan oleh Jabir bin Abdillah “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memakan riba, memberi makan dari riba, juru tulisnya dan dua saksinya. Beliau mengatakan: ‘Mereka itu sama’.” Kedua hadits tersebut diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya, kitab Al-Musaqat, bab Lu’ina Akilur Riba wa Mu’kiluhu, no. 4068 dan 4069.

Oleh karena itu terdapat sebuah kisah nyata dari seorang mantan Manager Bank yang memilih untuk meninggalkan pekerjaannya karena takutnya laknat dari Allah dan Rosulnya. Padahal beliau memiliki penghasilan tetap lebih dari 30 juta rupiah per bulannya.

Tidak ada penyesalan di dalam hatinya karena sudah meninggalkan pekerjaannya di bank, dan juga tidak ada kesulitan hidup yang dijalani saat ini. Justru saat ini dia merasa amat sangat bahagia luar biasa, karena semua kehidupannya tercukupi, memiliki anak-anak yang berbakti kepada orang tua, istri yag sholehah, dan perasaan hati yang bahagia. Semua  ini tidak iya dapati ketika iya bekerja di bank, meski dengan gaji yang besar.

Jadi jangan takut hidup sengasara jika ada meninggalkan pekerjaan yang di haramkan bahkan di laknat oleh Allah dan Rosulnya, karena semua rezeki kita sudah di atur oleh Allah. Tugas kita hanya berikhtiar dijalan yang benar dan terus berdoa. Sebagimana disebutkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).

Dengan jalan yang di ridhoi Allah dan Rosulnya hidup kita senantiasa akan penuh dan keberkahan dan kebahagiaan. Namun sebaliknya jika kita berada di jalan yang di haramkan Allah dan Rosulnya maka kehidupan kita akan hampa adanya. Sebagaimana disebutkan oleh Yusuf bin Asbath dalam Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 276 “Telah sampai pada kami bahwa do’a seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi.”

Oleh karena itu mari kita benahi hidup kita sesuai dengan yang disyariatkan oleh Allah dan Rosulnya agar setiap jalan hidup kita senantiasa mendapat berkah dan rahmatnya. Mari mulai dari diri sendiri dan Mari bergabung bersama AZ Farm Group untuk berdakwah dengan solusi terbaik. Kami sangat membutuhkan dukungan, ide, gagasan setiap umat, agar muncul solusi alternatif terbaik untuk perubahan dan perbaikan masyarakat dengan satu harapan kita keberkahan dalam ekonomi islam di Indonesia